menu clear

Biaya

A. Biaya Pemeriksaan dan Pengujian Trafo


Sertifikat Laik Operasi (SLO) merupakan bukti pengakuan formal suatu instalasi tenaga listrik telah berfungsi sebagaimana kesesuaian persyaratan yang ditentukan dan dinyatakan laik operasi. SLO tidak berlaku apabila terdapat: perubahan kapasitas, perubahan instalasi, direkondisi, atau direlokasi. SLO yang telah habis masa berlakunya dapat diperpanjang setelah melalui sertifikasi ulang.

SLO menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah laik operasi, atau sudah laik diberi tegangan listrik. Mengapa sertifikat kelaikan operasi ini perlu, tidak lain karena bila instalasi yang tidak laik operasi namun diberi tegangan, maka berpotensi terjadi kecelakaan, seperti kebakaran, yang dapat merugikan harta maupun nyawa pelanggan listrik dan orang-orang di sekitarnya.

PLN wajib mensyaratkan adanya sertifikat kelaikan operasi ini sebagai bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah layak diberi tegangan listrik. Keharusan adanya persyaratan SLO ini, selain didukung oleh peraturan perundangan, juga diperkuat oleh Keputusan Mahkamah Konstitusi pada bulan September 2015. Keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut keluar setelah ada pihak yang mengajukan judicial review menolak SLO sebagai persyaratan penyalaan instalasi listrik.

Biaya untuk mendapatkan Sertifikasi Laik Operasi (SLO) ini bervariasi, tergantung daya listrik yang ingin dipasang di rumah atau gedung. Berikut kami sajikan informasi terbaru biaya resmi pengurusan SLO Sesuai Lampiran III Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

NO KAPASITAS TRAFO BIAYA PER UNIT
1 25 kVA Rp. 3.000.000
2 50 kVA Rp. 3.000.000
3 100 kVA Rp. 3.000.000
4 160 kVA Rp. 3.000.000
5 200 kVA Rp. 4.000.000
6 250 kVA Rp. 4.000.000
7 400 kVA Rp. 4.000.000
8 500 kVA Rp. 4.000.000
9 630 kVA Rp. 5.500.000
10 800 kVA Rp. 5.500.000
11 1.000 kVA Rp. 5.500.000
12 1.250 kVA Rp. 6.000.000
13 1.500 kVA Rp. 6.000.000
14 1.600 kVA Rp. 6.500.000
15 1.750 kVA Rp. 6.500.000
16 2.000 kVA Rp. 6.500.000
17 2.500 kVA Rp. 7.000.000
18 3.000 kVA Rp. 7.000.000

* belum termasuk biaya at cost untuk akomodasi, transportasi, sewa alat uji, PPN 10%, dan billing rate

B. Biaya Pemeriksaan dan Pengujian Kubikel dan Jaringan


NO KUBIKEL DAN JARINGAN BIAYA
1 Kubikel 1 (satu) unit Rp. 2.000.000
2 Panjang Saluran Udara Tegangan Menengah kurang dari sama dengan 5 kms (lima kilo meter sirkit) Rp. 4.000.000
3 Panjang Saluran Kabel Tegangan Menengah kurang dari sama dengan 5 kms (lima kilo meter sirkit) Rp. 4.000.000
4 Panjang Saluran Udara Tegangan Rendah kurang dari sama dengan 5 kms (lima kilo meter sirkit) Rp. 4.000.000
5 Panjang Saluran Kabel Tegangan Rendah kurang dari sama dengan 5 kms (lima kilo meter sirkit) Rp. 4.000.000

* belum termasuk biaya at cost untuk akomodasi, transportasi, sewa alat uji, PPN 10%, dan billing rate

C. Biaya Pemeriksaan dan Pengujian PLTD


NO JUMLAH UNIT HARGA
200 kVA s.d. <600 kVA 600 kvA s.d. 1.100 kVA 1.100 kvA s.d. < 2.000 kVA
1 1 unit Rp. 13.500.000 Rp. 16.200.000 Rp. 18.900.000
2 2 unit Rp. 18.900.000 Rp. 22.680.000 Rp. 26.460.000
3 3 unit Rp. 24.300.000 Rp. 33.400.000 Rp. 34.020.000
4 4 unit Rp. 29.700.000 Rp. 35.640.000 Rp. 41.580.000
5 5 unit Rp. 35.100.000 Rp. 42.120.000 Rp. 49.140.000
6 6 unit Rp. 40.500.000 Rp. 48.600.000 Rp. 56.700.000

* belum termasuk biaya at cost untuk akomodasi, transportasi, sewa alat uji, PPN 10%, dan billing rate